By

Published on

Human Capital Berbasis Nilai Spiritual & Kemanusiaan

 SDM Berbasis Makna, Bukan Sekadar Kinerja

Penulis : Dr. Bambang Sukajie, M.H, Adv; Dr. Rian Andriani, M.M
ISBN: 978-623-95787-5-6 (PDF)

Tebal Halaman: 269 Halaman; Ukuran Buku: A5; Tinggi Buku: 14,8 CM
Harga : –

SINOPSIS

Buku Human Capital Berbasis Nilai Spiritual dan Kemanusiaan: SDM Berbasis Makna, Bukan Sekadar Kinerja menawarkan pendekatan alternatif terhadap pengelolaan sumber daya manusia yang selama ini didominasi oleh paradigma instrumental dan kinerja-sentris. Pembahasan dengan kritik terhadap reduksionisme manusia dalam manajemen modern menyoroti bagaimana paradigma SDM konvensional cenderung mengabaikan dimensi makna, nilai, dan spiritualitas kerja, sehingga melahirkan krisis kemanusiaan dalam organisasi. Human capital diperkenalkan kembali sebagai konsep yang harus berpijak pada martabat manusia. Pengembangan kerangka teoretis human capital berbasis makna dengan mengintegrasikan pemikiran manajemen, filsafat humanistik, dan etika kerja. Makna kerja bukan aspek tambahan, melainkan fondasi bagi keberlanjutan kinerja dan kesehatan organisasi. Makna kerja sebagai pengalaman eksistensial manusia. Kerja dipahami sebagai ruang pencarian makna hidup, yang melibatkan penderitaan, kebebasan, tanggung jawab, spiritualitas, serta konteks sosial dan budaya. Pengkajian makna kerja dalam konteks Indonesia, dengan menyoroti nilai pengabdian, gotong royong, dan tantangan struktural yang menyertainya. Kepemimpinan sebagai tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Kepemimpinan bermakna dipahami bukan sekadar sebagai fungsi manajerial, tetapi sebagai fondasi institusional yang menjaga keadilan, pengakuan, kebebasan, dan martabat manusia dalam kerja. Penekanan keteladanan moral dan peran kepemimpinan dalam menjaga makna kerja di tengah perubahan dan ketidakpastian. Pengkajian budaya organisasi sebagai ruang hidup makna kerja. Budaya dipahami sebagai struktur makna kolektif yang menentukan apakah nilai kemanusiaan benar-benar dihayati atau sekadar menjadi slogan. Membahas nilai-nilai inti budaya bermakna, proses institusionalisasi nilai, peran individu dan komunitas kerja, distorsi budaya, serta upaya pemulihan dan ketahanan makna kerja.

Daftar isi:
BAB 1. Krisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia Modern: dari Kinerja ke Makna
BAB 2. Hakikat Manusia dalam Organisasi: Dari Sumber Daya ke Subjek Bermakna
BAB 3. Makna Kerja sebagai Pengalaman Eksistensial Manusia
BAB 4. Kepemimpinan Bermakna: Tanggung Jawab Moral dan Kemanusiaan dalam Dunia Kerja
BAB 5. Budaya Organisasi Bermakna: Ruang Institusional bagi Human Capital Berbasis Kemanusiaan

Jelajahi ARS Publishing

Platform penerbitan bagi para pemikir, akademisi, dan penulis yang berkomitmen pada kemajuan ilmu pengetahuan. Dosen, peneliti, praktisi, pendidik, dan inovator — bersama-sama berkolaborasi di titik temu sains, literasi, dan teknologi untuk menghadirkan karya berkualitas demi membangun masa depan yang berpengetahuan.

Bergabung Bersama Kami

Dapatkan tips terbaru dan beragam informasi menarik lainnya dengan berlangganan buletin kami.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari ARS University Publishing

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca